oleh Renny Masmada
BAB I-5
Kelompok mereka dikenal menguasai kelompok-kelompok kecil yang tersebar nyaris hampir di berbagai sudut daerah Majapahit.
oleh Renny Masmada
BAB I-5
Kelompok mereka dikenal menguasai kelompok-kelompok kecil yang tersebar nyaris hampir di berbagai sudut daerah Majapahit.
Ditulis pada Uncategorized
oleh Renny Masmada
BAB I-4
Suara derap kaki kuda itu terdengar semakin dekat, sayup-sayup terdengar suara aba-aba dari penunggang kuda itu, yang kemudian disahut oleh yang lain.
oleh Renny Masmada
BAB I-3
Tiba-tiba, diiringi siulan panjang, dari balik pepohonan muncul belasan orang laki-laki. Disusul kemudian dengan tiga orang yang muncul seperti angin berpakaian sama mengenakan selempang seutas tali yang ujungnya dikaitkan dengan rantai besi dengan bandulan baja berbentuk kelabang berwarna kekuningan.
Ditulis pada budaya, gajah mada, sastra, sejarah, Uncategorized
Di-tag bagas tempati, kala abang, kala dahana, kala ungu, kala warang
oleh Renny Masmada
BAB I-2
“Tetapi mereka terlalu kuat Kakang. Sebentar lagi mereka datang mengambil pemuda-pemuda kita.”
Ditulis pada budaya, gajah mada, sastra, sejarah
Di-tag bagas tempati, cerita, gajah mada, kunang gawa, renny masmada, tegal arum
oleh Renny Masmada
BAB I-1
Matahari pada pertengahan tahun 1330 itu cerah menyengat lembut dedaunan yang meliuk-liuk dipermainkan angin utara. Sesekali burung-burung kecil melompat dari satu dahan ke dahan lainnya. Cericitnya menimbulkan suara yang sangat merdu mengalun sampai jauh dibawa semilir angin.
Ditulis pada budaya, gajah mada, sastra, sejarah
Di-tag bagas tempati, gajah mada, jayanagara, kala seribu, kertanegara, kidang alit, kunang gawa, majapahit, rajapatni, renny masmada, tegal arum, tribhuanatunggadewi, tunggul raganata
KITAB KUTARA-MANAWA DHARMASASTRA
Prof. Mr. Djokosoetono, ahli dan pakar hukum Indonesia yang terkemuka pernah berkata: “Seandainya peraturan-peraturan pada zaman Majapahit yang diterapkan oleh Gajah Mada itu tercatat dan catatan itu sampai kepada kita, maka kita sudah mempunyai dasar hukum nasional. Tidak seperti sekarang ini.” (Prof. Dr. Slamet Mulyana, Perundang-undangan Majapahit, Bhatara-1967-Djakarta)
Di penghujung abad ke empat, Nusantara Raya ini sudah mengenal peradaban dengan ditemukannya Prasasti Kutai berbentuk Yupa di aliran Sungai Mahakam.